Skip to main content

(Part 1) Cerita di Balik Histerektomi: Bukan Akhir, Tapi Lega

Kalau dengar kata histerektomi,
kebanyakan orang langsung kebayang sesuatu yang serem dan berat.
Tapi buat saya?
Jujur lebih ke akhirnya kita putus hubungan juga ya, wahai miom rahim 🥲😂’”

Buat yang belum familiar, histerektomi itu operasi pengangkatan rahim.
Di kasus saya, semua rahim diangkat, tapi masih menyisakan satu ovarium.
Kedengarannya berat ya?
Tapi tunggu dulu, ceritanya nggak sesedih itu kok 😆
 
Saya didiagnosa kalau ada miom rahim di badan saya.
Ngga tanggung-tanggung, miom-nya gede banget bahkan sampai merembet ke bagian dada dan perut samping saya.
Saya sampai ngerenyit ketika melihat hasil MRI di perut saya.
 
Rasanya tuh kayak ada yang nge-rental kamar di perut, tapi nggak bayar dan bikin rusuh tiap bulan.
Saya pernah cerita lengkap tentang asal muasal miom di postingan sebelumnya berjudul “Miom Rahim”
Selama satu tahun saya menjalani pengobatan dengan minum obat penekan hormon, namanya Relumina.
Hasilnya lumayan, miom saya sedikit berkurang.

Tapi efek samping obatnya yang bikin lelah hati lelah bodi, badan tiba-tiba kepanasan dan bercucuran keringat kayak abis full marathon 35 kilo, kepala sakit cenut cenut
mood naik turun drastis, senggol dikit aja rasanya pengen bacok #EH
tapi abis itu tau-tau sediiiiih banget, pengennya bengong, dan ngga ada semangat hidup.
Semua efek obat itu datangnya ngga bisa diprediksi dan dalam satu hari bisa beberapa kali!
 
Ditambah lagi, setelah 6 bulan berturut-turut minum obat, saya harus stop dulu selama 2 bulan, lalu lanjut lagi mengonsumsi Relumina tiap hari tanpa bolos.
Periode stop obat itu yang bikin saya menderita, karena hormon kembali seperti biasa, menstruasi datang lagi dengan rasa sakit yang naujubile plus darah keluar banyak banget sampai anemia dan puyeng.
 
Akhirnya, setelah banyak diskusi sama dokter yang menangani saya, kami memutuskan untuk ambil tindakan operasi.
Sebelumnya, dokter menjelaskan tindakan operasi yang nanti akan diambil tergantung besar miom dan kondisi organ dalam tubuh saya.
 
Bisa operasi hanya mengangkat miom-nya saja, bisa juga operasi dengan mengangkat semua miom beserta rahim dan ovarium.
Walaupun belum bisa memutuskan 100% dan masih harus lihat beberapa hasil tes dan scan, setidaknya saya udah siap dengan segala kemungkinan terburuk
Ya udah, kalau memang itu udah jalannya, saya siap!
 
Akhir Maret lalu, tepat sehari setelah Lebaran, saya datang ke rumah sakit dengan satu tas ransel berisi barang-barang yang akan menemani saya selama rawat inap.
 
Untuk pertama kalinya dalam hidup, saya masuk ke rumah sakit bukan untuk kontrol, bukan untuk menjenguk orang, tetapi untuk menjalani operasi besar yang mungkin akan mengubah hidup saya.

Kamar saya untuk beberapa hari ke depan

Jujur...
Takut tentu ada.
Tapi anehnya, rasa lega jauh lebih besar.
Setelah bertahun-tahun hidup bersama "penyewa ilegal" seberat 5 kilogram di dalam perut, akhirnya hari yang ditunggu itu datang juga.
 
Dan petualangan saya di rumah sakit Jepang pun dimulai.
(Bersambung ke bagian 2: Hari Operasi dan Recovery di Rumah Sakit Jepang.)


Comments

Popular posts from this blog

Wild Heroes

Good morning, epribadih! Udah lama banget kayaknya aku nggak nge-review dorama. Alhadulillah kali ini ada kesempatan [baca : kemauan] buat ngulas dorama lagi. Sebelum lanjut cerita, ane ingetin kalo ulasan ini bertaburan spoiler dengan berbagai macam komentar absurd *dikepret sutradara*, jadi nggak usah dipikirin sampe otak berkerut-kerut lah ya :) Selow aja, mamen! Well , dorama yang mau dibahas kali ini sebenernya bukan dorama baru, mungkin tayang di Jepun sono sekitar tahun 2014. Lhaaa, tumben ngebahas dorama lama? Errr, sebenernya sih awalnya nggak tertarik mau nonton Wild Heroes, tapi berhubung akhir-akhir ini saya lagi kesurupan *disembur air jampi-jampi* salah satu member EXILE dan Sandaime J Soul Brother yang bernama Iwata Takanori atau biasa dipanggil Gun-chan, yang berimbas stalking si akang ganteng ini mulai dari acara music, TV show, PV, sampe drama-nya. [SUBHANALLAH!!!! Itu wajah apa porselen. MULUS AMAAAATTT!!!  *silet-silet pake kikir*] Tapi, ber...

[My Favorite] : yang akhir-akhir ini bikin kecanduan

Selama sebulan terakhir ini ada satu hal yang bikin KECANDUAN. Entah dari mana awalnya, kapan mulainya, entah kenapa ujug-ujug ngebet sehingga otak, pikiran dan alam khayal ini nagih, nagih dan nagih terus minta di dopping. Sehari....ah, semenit aja nggak ada supply, langsung kelojotan dan nyari-nyari asupan supaya nggak sakaw. *Oke, ini mulai berlebihan* Bukan makanan, bukan fashion, bukan narkoba *AMIT-AMIT* , bukan uang juga *kalo ini sih, kebutuhan ya bukan kecanduan namanya..haha* , tapi yang bikin kecanduan tingkat dewa buatku akhir-akhir ini adalah MEREKA! 「Sandaime J Soul Brothers」 Entah kerasukan apa, mulai dari music video, lagu, konser, TV show, drama, film bahkan sampe socmed bikin nggak berhenti buat stalking mereka. And thanks to all of you guys , gue yang biasanya nggak peduli sama socmed, jadinya kudu mantengin Twitter setiap saat! Errr, sebetulnya sih yang bikin kecanduan banget adalah mahluk satu ini : [ Iwata Takanori a.k.a GUN-chan ] Oke, ...

Kumiai

23-Feb-15 Sebelum mulai cerita, aku akan menjelaskan definisinya terlebih dahulu. Dalam Bahasa Jepang, "KUMIAI" berarti Serikat. Dan Serikat yang akan dibahas kali ini adalah Serikat Pekerja. Itutuh yang akhir-akhir ini banyak bertebaran, orang-orang yang hobinya demo, nuntut kenaikan UMK dengan alasan buat penghidupan lebih layak, buat beli susu anak, buat sekolah anak, tapi kenyataannya mereka itu orang-orang yang sebetulnya memiliki penghasilan amat sangat cukup sehingga bisa mampu beli smartphone yang cuanggih bahkan demo aja pake motor Ninja harga puluhan juta. Untuk yang merasa sebagai buruh dan memang memiliki solidaritas tinggi dan berdemo dengan menjunjung tinggi kesejahteraan hidup bersama,  no offense  ya, guys. Aku sangat sangat menghargai kalian jika memang berdemo untuk tujuan baik. Kenapa aku berpendapat dan memiliki image buruh seperti di atas, karena buruh-buruh di sekelilingku hampir semua seperti itu. Ya ada sih yang memang pekerja keras dan berdemo...