Tujuan ngebolang hari ini, setelah ke Yufuin, adalah ke Beppu Jigoku Meguri.
Jigoku artinya neraka, dan meguri artinya keliling/tour alias muter-muter dari satu tempat ke tempat lain.Yes! Saya mau keliling neraka dulu wkwkwk.
Karena Beppu terkenal dengan onsen (pemandian air panas) alami-nya dan di sepanjang kota banyak asap ngebul
dari onsen yang bahkan bisa kita lihat dari kejauhan, jadinya kelihatan kayak neraka ngebul, sehingga disebut Beppu Jigoku.

(di depan pintu masuk Jigoku Meguri)
Beppu Jigoku Meguri ini adalah tour mengunjungi tujuh "neraka (Jigoku)" unik. Dari satu spot Jigoku ke Jigoku lainnya jaraknya berbeda-beda. Ada yang cuma jalan kaki beberapa menit, ada juga yang berjarak berkilo-kilo sehingga harus pakai bus/mobil.
Untuk menikmati Beppu Jigoku, sebelumnya kita harus beli tiket dulu.
Kalau mau sekaligus pakai tiket terusan untuk semua Jigoku, harganya 2,400 yen,
saya lupa harga tiket untuk tiap satu Jigoku, kalau ngga salah sekitar 470 yen.
Start dari Beppu station, saya naik bus sekitar 20 menit dan sedikit jalan kaki
menuju Jigoku pertama, yaitu Umi Jigoku (Cobalt Blue Jigoku).

(Umi Jigoku)
Sebenarnya tour Jigoku ini bebas mau mulai dari Jigoku manapun, saya pilih mulai dari Umi Jigoku karena yang paling dekat dengan Beppu Station. Tiket masuk pun bisa dibeli di Jigoku manapun.
Seperti namanya, sekilas warna Umi Jigoku ini tampak sejuk, warna biru laut (umi = laut)
tapi suhu mata airnya bisa mencapai 98 derajat Celcius dan kedalamannya 200 meter!
Dari semua jigoku, saya rasa Umi Jigoku ini yang paling populer, karena selalu penuh pengunjung
dan cencunya yang paling instragamable #PENTING hahah
Dari Umi Jigoku, ngesot dikit agak ke atas, destinasi selanjutnya adalah Oniishibozu Jigoku (Boiling Gray Mud).
Disebut "Oniishi Bozu Jigoku" karena lumpur panas berwarna abu-abu mendidih kayak kepala biksu Buddha yang dicukur.
Lumpur mendidihnya mengeluarkan suara bergelembung saat mengalir keluar dan itu pemandangan yang menakjubkan!
Destinasi Jigoku berikutnya yaitu Kamado Jigoku (Cooking Pot Hell),
yang bisa ditempuh dengan sedikit jalan kaki dari Oniishi Bozu Jigoku.
Ngga ada kaitannya sama Kamado Tanjiro yang punya jurus Water Breathing buat ngelawan Demon yang itu ya. Haha.
Di Kamado Jigoku ada enam tingkatan neraka dari 1 hingga 6.
Ada juga jigoku yang berubah warna tergantung suhu dan cuaca.

Selain itu, ada banyak hidangan spesial jigoku, seperti "Telur Onsen," "Ishigaki Manju," dan "Puding Soy Sauce."
Saya cuma keliling Kamado Jigoku tanpa nyobain kuliner di sana karena penuhh banyak orang 😂
Dari Kamado Jigoku jalan kaki sebentar,
berikutnya ke Oniyama Jigoku atau sering disebut juga "Crocodile Jigoku",
sesuai namanya di Jigoku ini ada penangkaran buaya juga.
Saya ngga terlalu lama disini karena males ngeliat buyaya yang garang dan gede-gede,
jadi cuma ngintip onsen-nya lalu ngesot ke jigoku berikutnya, Shiraike Jigoku (White Pond Hell).
Dinamakan kolam putih karena saat meletus, air mendidihnya ngga berwarna dan transparan.
Tapi, seiring penurunan suhu dan tekanan saat air tersebut terkumpul di dalam kolam,
komponen-komponennya mengalami perubahan kimia, sehingga warnanya berubah menjadi putih pucat (keruh).
Kali ini saya mengunjungi lima Jigoku, dan Shiraike Jigoku jadi perhentian terakhir saya.
Dua jigoku berikutnya jaraknya agak jauh kalau ditempuh dengan jalan kaki (sekitar 20 menit lebih),
atau pakai mobil/bus sekitar 5 menit.
Karena hari makin siang, ditambah energi saya pun tinggal 2%, dan udah ngebayangin leyeh-leyeh di hotel mulu,
jadinya dua jigoku terakhir saya skip dan cuss pulang menuju hotel.
Dari Shiraike Jigoku, jalan dikit, ada halte bus menuju Beppu Station.
Beruntung saya booking hotel dekat Beppu Station, jadi ngga terlalu rempong.
Setelah beli beberapa camilan dan makanan buat makan malam ntar
(karena kalo udah di hotel bakal males lagi keluar)
saya pun langsung menuju hotel dan check in.
Karena cuma buat numpang tidur untuk melanjutkan perjalanan besok,
saya nginep di bisnis hotel yang murah meriah dan deket dari station,
Beppu Daiichi Hotel jadi pilihan saya kali ini.
Hotelnya simple ala bisnis hotel Jepang kebanyakan, ngga terlalu luas tapi buat saya pas banget,
nyaman dan tenang, ditambah sarapannya enak dan home made banget.
Saya sarapan besok paginya sekitar jam 7 pagi, menuju ruang makan di lantai satu.
Ruang makannya ngga besar, bisa menampung sekitar 10-12 orang, tapi makanannya enak banget!
Menu-nya ala-ala masakan Jepang rumahan, kayak nasi putih anget, miso soup, asinan, ikan bakar,
yakitori (sate ayam ala Jepang) dan beberapa salad plus desert.
Ada drip coffee yang fresh dan enak banget, ditambah sedikit roti dan selai/butter.

(Menu sarapan pagi ini)
Saat saya sarapan, di ruang makan cuma ada saya dan 2 orang ibu-ibu.
Enaknya nginep di hotel kecil itu adalah suasananya ngga terlalu rame,
mungkin karena masih pagi banget juga, jadinya sarapan pun santey dan tenang banget.
Saya check out sekitar jam 9-an, agak lebih awal karena pagi ini saya harus ngejar kapal laut.
Yes! Destinasi ngebolang berikutnya akan ditempuh dengan kapal Ferry,
menyebrangi lautan dari Pulau Kyushu ke pulau sebelah.
Tadinya mau pakai bis atau kereta yang mainstream aja, tapi pas lagi lihat-lihat peta,
ternyata tujuan berikutnya beda pulau dan bisa ditempuh dengan kapal Ferry,
jadinya kepikiran kenapa ngga nyobain pakai kapal laut?
Sekalian nyobain gimana sih rasanya pakai transportasi laut di Jepang.
Setelah check out beres, saya pun langsung menuju Beppu Station dan ngesot ke halte bis.
Dari Beppu Station menuju pelabuhan tempat naik kapal Ferry bisa ditempuh dengan bis sekitar 10 menit.
Cerita ke destinasi tujuannya lanjut di postingan berikut nya ya!
Comments
Post a Comment